Kapsul Herbal Sipilis

20 Jun 2017

Kapsul Herbal Sipilis

Kapsul Herbal Sipilis_Penyakit sipilis merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri atau kuman bernama Treponema pallidum. Bakteri atau kuman ini dapat menginfeksi atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka saat melakukan hubungan seks atau hubungan badan, baik secara vaginal (alat kelamin wanita), anal (anus – biasa dilakukan oleh kaum homoseksual, oral (mulut), atau dengan menggunakan alat mainan seks yang sama dengan orang-orang yang telah terinfeksi penyakit ini. Wanita yang sedang hamil dan terinfeksi penyakit sipilis juga dapat menularkan penyakit ini kepada bayi yang berada dalam kandungan. Janin (calon bayi) yang sudah tertular penyakit ini dapat mengalami cacat atau kelainan bawaan atau bisa juga mengalami kematian saat dilahirkan. (Baca Juga Artikel Tentang Obat Herbal Sipilis)

HUBUNGI KAMI:
CALL/WA 0812 2525 5587
TLP/SMS 0877 2848 8118

Penyakit sipilis juga dapat ditularkan melalui jarum suntik yang sudah tercemar bakteri atau transfusi darah dari donor darah yang telah terjangkit penyakit ini. Namun cara penularan seperti ini adalah cara penularan yang kemungkinannya sangat kecil sebab semua transfusi darah harus melalui berbagai skrining atau pemeriksaan yang sangat ketat. Jangan khawatir untuk mengunakan fasilitas umum sebab penyakit sipilis tidak menular melalui pemakaian secara berasama dari toilet (wc), gunting kuku, pakaian, atau mandi bersama dengan mereka yang sudah terinfeksi, karena bakteri penyebab penyakit ini tidak akan dapat hidup di luar tubuh manusia.

Obat sipilis paten terdiri dari dua jenis, yakni obat tradisional dan obat modern. Cara pengobatan modern umumnya menggunakan berbagai obat modern yang kebanyakan mengandung bahan kima buatan atau zat sintetis yang dapat mengakibatkan adanya efek samping negatif pada organ tubuh manusia seperti ginjal dan hati. Obat-obatan modern juga sebagian besar harganya mahal dan sangat mahal, sehingga kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah, akan kesulitan untuk mendapatkannya.

Adapun obat sipilis paten yang dibuat secara tradisional cukup berbeda dengan cara modern. Cara pembuatan obat tradisional biasanya menggunakan berbagai tanaman herbal yang alami, dan yang paling baik adalah cara menanam tanaman obat itu pun tidak menggunakan pupuk dan pestisida sintetis, sehingga obat yang alami tidak akan menimbulkan efek samping merugikan pada tubuh. Obat-obatan tradisional yang alami pasti tidak akan mencemari organ-organ tubuh, bahkan sebaliknya, fungsi serta kondisi organ tubuh akan lebih baik dan lebih sehat jika mengonsumsi Tanaman Obat Sipilis tanaman herbal yang berkhasiat. Di samping itu, obat tradisional yang diracik dari tanaman herbal alami, harganya tidak mahal, oleh karena itu dapat diperoleh dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat

Tanda Dan Gejala Penyakit Sipilis

Gejala penyakit sipilis atau raja singa berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal itu.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sipilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sipilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Raja Singa atau sifilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.

Sipilis Atau Raja Singa Primer

Sipilis Atau Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.

Sipilis Atau Raja Singa Sekunder

Raja Singa sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.

Raja Singa sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.

Sipilis Atau Raja Singa Laten

Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.

Sipilis Atau Raja Singa Tersier

Pasien dengan Raja Singa tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Raja Singa gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.

Sipilis Atau Raja Singa Kongenital

Raja Singa kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.

Wanita yang sedang hamil dan menderita sifilis bisa menularkan infeksi ini pada janinnya. Janin dapat tertular infeksi saat di dalam kandungan atau pun sesaat setelah dilahirkan. Risiko ini bisa dikurangi jika si ibu hamil diobati sebelum kehamilan mencapai 4 bulan. Jika ibu hamil tidak diobati, komplikasi berikut bisa terjadi:

  • Bayi lahir dengan sifilis
  • Bayi lahir prematur
  • Keguguran
  • Kelahiran mati atau bayi mati dalam kandungan
  • Kematian bayi tidak lama setelah dilahirkan

Bayi yang lahir dengan kongenital sifilis biasanya tidak memiliki gejala apa pun. Tapi ada kemungkinan untuk munculnya ruam pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala yang mungkin berkembang nantinya pada anak yang lahir dengan sifilis adalah:

  • Masalah pendengaran
  • Batang hidup yang rata
  • Deformasi gigi
  • Tuli
  • Pertumbuhan tulang yang abnormal

Tanyakan kepada dokter jika Anda menderita sifilis dan sedang dalam keadaan hamil.

Penyebab Penyakit Sipilis

Penyakit Sipilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral.

Bakteri ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Infeksi penyakit ini tidak dapat ditularkan dengan cara-cara di bawah ini:

  1. Memakai toilet
  2. Berbagai peralatan makan yang sama
  3. Memegang gagang pintu yang sama
  4. Berbagi kolam renang ataupun kamar mandi yang sama

Ciri-ciri Penyakit Sipilis Pada Wanita

  1. Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  2. Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  3. Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  4. Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Adanya perubahan warna kulit dan mata
  6. Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.

Komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

Ciri-ciri Penyakit Sipilis Pada Pria

  1. Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  2. Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  3. Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  4. Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  5. Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  6. Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  7. Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  8. Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  9. Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  10. Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Penularan Penyakit Sipilis

Raja Singa terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Pencegahan Penyakit Sipilis

Tidak ada vaksin yang efektif untuk pencegahan. Berpantang dari kontak fisik intim dengan orang yang terinfeksi secara efektif mengurangi penularan Raja Singa, seperti penggunaan yang tepat dari kondom lateks. Namun, penggunaan kondom, tidak sepenuhnya menghilangkan risiko. Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan hubungan jangka panjang dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi dan menghindari zat seperti alkohol dan zat terlarang lainnya yang dapat meningkatkan risiko perilaku seksual.

Raja Singa bawaan pada bayi dapat dicegah dengan penapisan ibu selama awal kehamilan dan mengobati mereka yang terinfeksi. United States Preventive Services Task Force (USPSTF) sangat merekomendasikan penapisan universal pada semua wanita hamil, sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan agar semua wanita dites pada kunjungan pertama antenatal dan sekali lagi pada trimester ketiga. Jika mereka positif, mereka menganjurkan agar pasangan mereka juga dirawat. Meskipun demikian, Raja Singa bawaan masih banyak terjadi di negara berkembang, karena banyak wanita yang sama sekali belum menerima perawatan antenatal, dan bahkan perawatan lain sebelum melahirkan yang diterima tidak termasuk penapisan, dan ini terkadang masih terjadi di negara maju, karena mereka yang kemungkinan besar tertular Raja Singa (melalui penggunaan obat-obatan terlarang, dll.) adalah yang paling sedikit menerima perawatan selama kehamilan. Beberapa langkah untuk meningkatkan akses ke tes tampaknya efektif untuk mengurangi tingkat Raja Singa bawaan di negara berpendapatan rendah sampai menengah.

Pengobatan Penyakit Sipilis

Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Jika tidak diobati, penyakit sipilis bisa berbahaya dan bisa berujung kepada kematian. Penderita sifilis yang sedang dalam masa pengobatan harus menghindari hubungan seksual hingga infeksi dipastikan sudah sembuh total.

Kami dari De Nature Indonesia membantu anda dalam proses penyembuhan penyakit yang sedang anda derita. Produk De Nature Indonesia sudah tercantum di BPOM dan DINKES no.503/1259/2016/2.

Penyakit yang anda derita bisa langsung sembuh dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Jangan Tunda Pengobatan Penyakit Anda..!!
Sebelum Semakin Parah..!!
Sebelum Sulit di Obati..!! Sebelum Terlambat..!!
Segera Dapatkan Pengobatan Yang Tepat

Adapun Khasiat Dari Masing-masing Obat Raja Singa Gangjie Dan GhoSiah Secara Umum:

  1. Obat Raja Singa Gang Jie berfungsi untuk memulihkan stamina, memperbaiki sel pada jaringan uretric. dan menjaga kesehatan tubuh.
  2. Obat Raja Singa GhoSiah berfungsi Sebagai Antivirus, mengobati saluran Kencing dan menjaga kesehatan.

Bagaimana Cara Pemesanan Kapsul Herbal Sipilis?

Contoh Format Pemesanan: ANDRE#JL>GARUDA NO 277 JAKARTA#Obat Raja Singa#3 PAKET#Bank Yang Akan Anda Gunakan (Bca, Bni, Bri, Mandiri)

Setelah Anda Sms Format Pemesanan Kami Akan Membalas Jumlah Yang Harus Ditransfer Beserta No Rekening Kami. Selanjutnya Silahkan Lakukan Pembayaran Dan Setelah Anda Transfer Segera Lakukan Konfirmasi Pembayarannya Seperti Contoh Dibawah Ini.

Transfer Via Bank Dibawah Ini:

Contoh Konfirmasi Pembayaran: Dani Saputra#Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat#085 869 978 978#Obat Raja Singa#Sudah Transfer Rp.1000.000 Via Bca An.Sugeng

Kirim via SMS ke 0877 2848 8118 Atau Ke 0812 2525 5587

 


Demikian sekilas info mengenai penjelasan Sipilis atau Raja Singa, ciri-ciri Sipilis atau Raja Singa dan pengobatan Sipilis atau Raja Singa yang dapat saya sampaikan kepada anda. semoga info ini bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkan obat Sipilis atau Raja Singa.

PELAYANAN 24 JAM


TAGS obat sipilis herbal kapsul herbal sipilis obat herbal sipilis pencegahan penyakit sipilis penularan penyakit sipilis proses penyembuhan penyakit sipilis penyebab penyakit sipilis gejala penyakit sipilis mengobati penyakit sipilis


-

Author

Follow Me